Ini Solusi Menparekraf Sandiaga Uno Mengenai Tiket Pesawat Mahal

Solusi Menparekraf Sandiaga Uno Mengenai Tiket Pesawat Mahal
Solusi Menparekraf Sandiaga Uno Mengenai Tiket Pesawat Mahal

Pelonggaran pemakaian masker dan dicabutnya syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan, dapat memicu peningkatan trafik penerbangan. Namun, harga masih terbilang mahal dan sulit dijangkau semua kalangan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, mengatakan bahwa sejumlah pihak menilai tarif rute penerbangan masih terbilang tinggi saat ini.

Kunci agar bisa kembali turun, lanjutnya, adalah penambahan frekuensi penerbangan oleh maskapai.

“Kuncinya agar ini bisa terjangkau adalah ditambahnya jumlah penerbangan, karena berdasarkan jumlah penerbangan yang sangat terbatas, seat capacity atau jumlah tempat duduknya juga sangat terbatas,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), secara daring, Senin (23/5/2022).

Ia menambahkan, pihaknya sedang berbicara dengan beberapa maskapai untuk meningkatkan frekuensi terbang.

Diharapkan hal ini dapat membuat kian terjangkau, dan juga akan ada promo-promo lainnya.
Harga naik karena terbatasnya jumlah tempat duduk

Jumlah tempat duduk yang tersedia, ujarnya, berbanding terbalik dengan tingginya permintaan dari calon pelaku perjalanan, sehingga menyebabkan fenomena revenge travel.

Dilansir dari The Economic Times, revenge travel adalah fenomena ketika masyarakat melakukan perjalanan atau berwisata ke luar rumah setelah menjalani isolasi.

“Memang sekarang yang terjadi adalah revenge travel, di mana jumlah tempat duduk dan jumlah traveler (pelaku perjalanan) itu tidak sebanding, lebih banyak jumlah traveler-nya sehingga mengakibatkan harga meningkat, dan ini adalah hukum ekonomi,” tutur Sandiaga.

Oleh karena itu, Sandiaga menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya tengah menjajaki peluang dibukanya jalur-jalur baru dan rute-rute baru serta penambahan penumpang.

Sejalan dengan hal ini, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan, untuk mendorong pulihnya penerbangan, Kemenparekraf sedang berkoordinasi bersama Kementerian Perhubungan dan pihak maskapai penerbangan.

“Untuk ini kami berkoordinasi dengan asosiasi penerbangan, dan juga kementerian perhubungan untuk mendorong ‘kembali terbang’ supaya paling tidak kembali seperti sebelum pandemi,” kata Nia.