agen tiket pesawat

5 Alasan Mendaki Gunung Ijen Sangat Cocok untuk Pendaki Pemula

  • Share
Gunung Ijen
Gunung Ijen

Untuk mendaki dan melihat kawahnya, akses perjalanan yang ditempuh tidak terlalu sulit. Wisatawan dapat mengunjungi Gunung Ijen melalui atau Bondowoso.

Gunung Ijen adalah salah satu favorit para pendaki pemula. Gunung ini terkenal akan kawahnya yang memesona, yakni .

Kawah ijen menyuguhkan blue fire atau api biru. Menjadikannya tujuan wisata alam bila hendak travelling ke sisi timur Pulau Jawa.

Orang-orang mengatakan bahwa Gunung Ijen direkomendasikan bagi para pendaki pemula atau wisatawan yang sekadar ingin mendaki gunung walau sekali.

Pernyataan ini bukanlah isapan jempol belaka. Ada sejumlah alasan yang membenarkan pernyataan tersebut, berikut Kompas.com rangkum 5 di antaranya:

1. Gunung yang tidak terlalu tinggi

Gunung Ijen tidak terlalu tinggi dibanding gunung-gunung lainnya. sebagai info, gunung-gunung tinggi di Pulau Jawa, seperti Ciremai, Slamet, dan Semeru ketinggiannya di atas 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.386 mdpl, menjadikannya mudah untuk ditempuh dan direkomendasikan kepada para pendaki pemula.

2. Fasilitas lengkap untuk pemula

Sesampainya di Gunung Ijen, wisatawan akan berkumpul di Paltuding. Di sana, wisatawan dapat mempersiapkan segala keperluan.

Kawah Ijen.Dok. HHWT Kawah Ijen.

Mulai dari membayar tiket retribusi, buang air kecil ke toilet, hingga membeli makanan untuk bekal perjalanan, semua bisa dilakukan di sana.

Kabar baiknya saat sepanjang perjalanan saat mendaki Gunung Ijen, terdapat sejumlah toilet dan gazebo di beberapa titik sebagai tempat istirahat. Dalam hal ini, para pendaki tidak akan terlalu lelah mendaki Gunung Ijen karena semua fasilitas sudah cukup komplet.

3. Tidak terlalu curam

Jarak dari Paltuding ke kawah ijen hanyalah 3 kilometer (km). Berjalan sejauh itu dengan medan landai dan mendatar mungkin cukup terasa ringan dan tak melelahkan.

Namun, jarak 3 km itu dilalui dengan kemiringan tertentu yang memaksa pengunjung untuk menanjak. Tenang saja, kemiringannya tidak terlalu curam, hanya sekitar 15-35 derajat, sehingga tidak terlalu miring atau membutuhkan tenaga ekstra.

4. Jalur pendakian yang cukup lebar

Jalan mendaki yang cukup lebar adalah keistimewaan yang dimiliki Gunung Ijen daripada gunung-gunung lain. Gunung Ijen sudah dipersiapkan untuk dikunjungi 500-1.000 wisatawan setiap harinya.

Punggung kawah Ijen terlihat begitu eksotis, wisatawan sudah mulai ramai di tempat iniBAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COM Punggung kawah Ijen terlihat begitu eksotis, wisatawan sudah mulai ramai di tempat ini

Supaya tidak mengganggu jalannya wisatawan yang berpapasan di jalan, jalur pendakian Gunung Ijen dibuat cukup lebar, yaitu sekitar 3-5 meter.

Namun untuk 1 km terakhir menuju Gunung Ijen, jalan mendaki menjadi cukup sempit yaitu 1 meter saja. Hal ini dikarenakan jalan menuju Kawah Ijen sudah makin dekat.

5. Ada troli untuk mengantarkan pendaki naik ke atas

Memang tidak semua orang memiliki tenaga yang cukup dan fisik yang kuat untuk berhasil mendaki hingga tujuan. Pasti ada beberapa yang terengah-engah di jalan dan merasa tak sanggup lagi bila harus melanjutkan perjalanan.

Namun tenang saja, ada para pendorong troli yang siap mengantarkan para pendaki naik ke atas hingga tiba di Kawah Ijen.

Para pendorong troli ini, dulunya adalah para petambang belerang yang saat ini beralih profesi karena turunnya harga belerang yang tidak masuk akal.

Dengan menggunakan jasa pendorong troli, wisatawan cukup duduk dengan manis dengan kaki selonjor di atas troli. Lalu para pendorong troli akan mendorong troli sampai puncak Gunung Ijen.

  • Share
agen tiket pesawat